KopmaJogja.com

Portal Informasi dan Pengetahuan Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY)

Membangun Sikap Mental Wirausaha Sosial

Kewirausahaan Sosial
Salah satu anugrah terbesar yang dimiliki manusia adalah kebebasan untuk memilih. Sebagai mahluk yang diberi amanah sebagai khalifah di muka bumi, manusia memiliki kemampuan untuk memilih pemikiran, sikap dan akhirnya tindakannya.
Pada kesempatan ini, penulis ingin mengajak kita semua untuk memilih memiliki pola pikir wirausaha sosial, yaitu pola pikir yang mendorong kita berbuat sesuatu untuk lingkungan sosial kita, yaitu skema pemikiran yang memotivasi kita untuk berkontribusi (walaupun sekecil apapun) untuk area dimana kita hidup. Mengapa hal ini penting?
Dengan selalu berpikir untuk menghasilkan aktivitas yang dapat membantu orang lain, membuat lingkungan menjadi lebih bersih, mendorong anak-anak lebih termotivasi belajar, atau apapun, berarti kita sedang men-set dalam pikiran kita bahwa kita adalah orang yang mampu membantu. Bukan sebaliknya, sebagai pihak yang perlu dibantu. Nah, disinilah tantangannya. Jadi, walaupun kita sedang berada dalam posisi yang perlu dibantu, kita perlu tetap berusaha tetap berpikir bahwa kita akan mampu membantu yang lain.
Artinya, ini adalah pola pikir berdaya (empowered). Ini adalah kondisi pikiran yang menempatkan kita sebagai ‘POWERFULL SUBJECT’ bukan ‘POWERLESS OBJECT’. Implikasinya, ketika akan terdorong untuk selalu memantaskan diri kita sebagai orang yang mampu memberi pertolongan, baik kepada diri kita sendiri maupun kepada pihak-pihak lain.
Konsekuensi selanjutnya adalah, kita akan semakin terdorong untuk bersyukur, alih-alih menggerutu. Kita akan semakin menghargai apa yang kita terima (sekecil apapun itu), alih-alih mengeluhkan apa yang belum kita punyai.
Harapan selanjutnya, kita akan selalu bisa bergerak dan beraktivitas dengan apa yang sudah ada ditangan. Bukan berhenti dan menyalahkan kondisi atau mengeluhkan apa yang belum kita punya. HIndari berpikir “wah, uang saya sedikit,.. bagaimana mau mulai usaha?” Namun berpikirlah “Alhamdulillah, saya punya uang sedikit, jadi saya bisa mulai membangun usaha kecil-kecilan..”
Maka, semakin lama kita mengamalkan hal ini, maka semakin positif pula kata-kata yang kita ucapkan. Kita akan terbiasa untuk tidak mengatakan “masalahnya apa ya?”, “kenapa ya, yang lain maju saya bangkrut?”, “kenapa ya, dunia ini tidak adil..”.
Dengan pola pikir kewirausahaan sosial sosial, yaitu pola pikir untuk selalu menghasil inovasi solutif terbaru untuk memecahkan masalah sosial, mengembangkan potensi ataupun memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi, maka kita akan terbisa berkomunikasi seperti ini..
“Apa lagi ya, yang bisa saya kembangkan?”
“Saya, dengan kemampuan yang saya miliki, akan juga bisa sukses seperti orang lain”
“Saya yakin, saya telah memiliki seluruh yang saya butuhkan untuk sukses..”
Jadi, mari mempersering diri kita untuk seling berbagi semangat positif dengan orang lain. Hal negatif sudah sangat banyak di sekeliling kita, sehingga rasanya sangat sulit menghindar dari kondisi itu. Namun, kendali tetap di tangan kita. Mari memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang selalu berpikir positif. Merasa gak sanggup? ya Shanggupin aja (kata The Comment/Net Media).
sumber : http://www.indonesiaberpikirpositif.com/

0 Komentar untuk "Membangun Sikap Mental Wirausaha Sosial"

Terima Kasih Sudah Berkunjung Di Official Website Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY) KopmaJogja.com. Kritik dan Saran Kami Harapkan Demi Kemajuan Dan Sempurnanya Website Kami Ini. Selamat Beraktivitas.

 
Copyright © 2013 - 2015 KopmaJogja.com - All Rights Reserved
Template By Catatan Info | Modified By Aditya DC Nugroho and M. Eka Purbaya | Powered By Blogger