KopmaJogja.com

Portal Informasi dan Pengetahuan Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY)

Belajar Jadi Wirausahawan Sukses Seperti Au Bintoro

Kalau kita membaca kata Olympic pasti yang terbayang di pikiran kita adalah sebuah pesta olahraga terbesar di dunia, atau dalam bahasa Indonesia disebutOlimpiade. Tapi selain konotasi yang langsung berhubungan dengan olahraga, ternyata dalam dunia bisnis, kata tersebut juga telah tercipta sebuah konotasi yang berhubungan dengan produk inovatif yang sangat melekat di benak masyarakat Indonesia, yaitu produk furnitur lokal bermerek Olympic.

Brand Olympic adalah pionir produk bongkar pasang atau biasa disebut knock down. Olympic mulai dikenal luas pada era 1980-an dan sukses merajai pasar lokal furnitur kelas knock down hingga 3 dekade, bahkan kini selain mampu menguasai pasar lokal juga sukses menancapkan kakinya di mancanegara dengan penetrasinya merajai pasar di timur tengah. Dengan kekuatan 3.000 lebih toko yang menjual produknya di seluruh Indonesia, 23 pabrik di 23 provinsi, kantor cabang di Dubai dan China menunjukkan betapa kuatnya eksistensi dan rapinya jaringan pemasaran produk yang berkantor pusat di Kedung Halang Bogor ini.

Siapa tokoh dibalik sukses Olympic, raja furnitur knock down tersebut? Dia adalah Au Bintoro. Pria kelahiran Tembilahan, Riau pada tanggal 1 Agustus 1952. Kisah suksesnya berawal saat ia masih berprofesi utama sebagai pembuat box speaker. Ia mengamati bahwa banyak hal yang tidak efisien ia temukan dalam bisnis furnitur, mulai dari beratnya bahan baku kayu, banyaknya tenaga yang dibutuhkan untuk mengangkut, banyaknya ruang yang terbuang saat distribusi, misalnya satu truk hanya bisa mengangkut beberapa meja saja karena posisinya memakan tempat, yang akhirnya membebani konsumen dengan biaya angkut yang kadang lebih mahal dari harga barang pesanannya.

Dari pengamatannya tersebut, Au melihat adanya peluang usaha yang besar bila mampu merubah kondisi tersebut menjadi lebih efisien. Ia berpikir alangkah baiknya bila ada produk furnitur yang lebih praktis, ringan, dan bisa diangkut dalam jumlah yang lebih banyak dalam satu truk. Yang pertama terpikirkan adalah merubah layout dalam sistem distribusi. Kemudian mulailah ia bereksperimen, pertama yang ia buat adalah meja yang bisa dibongkar pasang menggunakan sekrup sebagai pengikat bagian-bagian mejanya. Dengan idenya ini, ia juga berharap ongkos pengangkutan jadi lebih murah dan mudah. Permasalahan timbul karena sekrup sebagai pengikat bagian-bagian meja tidak cukup kuat untuk menahan bobot kayu yang berat. Dari situ ia kemudian mencoba membuat meja dari bahan baku box speaker miliknya untuk mengatasi masalah beratnya bobot meja yang berbahan kayu.

Percobaannya berhasil, Ia sukses menciptakan meja yang lebih kecil, ringan dan mudah dibongkar pasangkan dengan sekrup sebagai pengikatnya. Produk ini selain mudah dibawa, lebih murah dan tak membutuhkan banyak tenaga untuk mengangkutnya, juga memberikan keuntungan bagi penjual yaitu biaya gudang jadi lebih murah, karena penjual hanya perlu merakit satu produk saja sebagai display, sementara produk yang digudang dibiarkan dalam keadaan terbongkar sehingga tidak memakan banyak ruang, bahkan si penjual bisa menyimpan stok barang lebih banyak.

Pada tahun 1983, Au benar-benar menekuni bidang furniture dan meninggalkan profesinya sebagai pembuat box speaker setelah mencoba menjual meja hasil kreasinya ke toko furnitur dan ternyata laku keras. Tahun 1986, Au Bintoro meresmikan PT. Cahaya Sakti Multi Intraco yang khusus memproduksi meja. Kenapa produknya dinamai “Olympic”? Saat itu tahun 1984 memang tengah berlangsung pesta Olimpiade di Los Angeles, Amerika Serikat, Au berharap label produksinya bisa sehebat Olimpiade yang gaungnya terdengar diseluruh dunia.

Terbukti, kini perusahaannya telah berkembang pesat, sukses merambah ke berbagai negara dan mampu menjual beragam jenis furnitur sampai 100 ribu unit per bulan. Furnitur tersebut diproduksi di sebuah pabrik yang berlokasi di jalan Kaum Sari, Kedung Halang, Bogor. Menempati areal seluas 14 hektare, Au Bintoro mempekerjakan sekitar 1.200 karyawan dengan kapasitas produksi 2.000 pak produk per hari, mulai dari meja belajar, furnitur untuk dapur, kamar tidur, ruang keluarga dan masih banyak lainnya. Pabrik ini mengerjakan furnitur untuk lima merek, yakni Olympic, Albatros, Solid, Jaliteng dan Procella furnitur yang ditujukan untuk target pasar berbeda. Sebut saja Olympic yang lebih mengarah pada kalangan menengah ke bawah, sedangkan Silent dan Albatros menyasar segmen menengah ke atas dan furniture berharga murah dengan merek Jaliteng.

Bila kita ingin sukses menjadi pengusaha, carilah ide bisnis dengan mengamati kejadian sehari-hari, temukan masalah dan coba perbaiki masalah dan tawarkan solusi yang benar-benar efektif mampu menyelesaikan masalah. Kisah sukses pak Au Bintoro adalah salah satu contoh yang dapat kita jadikan bahan pembelajaran. Selamat Berwirausaha Sukses!

sumber : http://profil-ukm.blogspot.com/
0 Komentar untuk "Belajar Jadi Wirausahawan Sukses Seperti Au Bintoro"

Terima Kasih Sudah Berkunjung Di Official Website Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY) KopmaJogja.com. Kritik dan Saran Kami Harapkan Demi Kemajuan Dan Sempurnanya Website Kami Ini. Selamat Beraktivitas.

 
Copyright © 2013 - 2015 KopmaJogja.com - All Rights Reserved
Template By Catatan Info | Modified By Aditya DC Nugroho and M. Eka Purbaya | Powered By Blogger