KopmaJogja.com

Portal Informasi dan Pengetahuan Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY)

Berdayakan Koperasi dan UMKM untuk Kesejahteraan

Berdayakan Koperasi dan UMKM Untuk Kesejahteraan
Hermawan Kartajaya
JOGJA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada pada angka 5,2 persen, dinilai telah cukup baik. Hanya saja, angka tersebut, belum diimbangi dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Terbukti dengan masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran. Agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan seluruh masyarakat, peran koperasi dan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) harus terus diberdayakan.
Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat menjadi pembicara dalam Indonesia Marketeers Festival 2015 di Aula RRI Jogjakarta, kemarin (29/4). Ditegaskan, saat ini, jumlah UMKM sebanyak 57 juta, sedangkan unit usaha koperasi sebanyak 35 juta. “Sangat besar. Jika tidak berperan dan diberdayakan, tidak akan ada pemerataan kesejahteraan. Yang menikmati hanya segelintir orang,” katanya.
Karena itu, lanjut Puspayoga, penting adanya sinergitas antara pemerintah pusat, kementerian, hingga tingkat kabupaten. “Pengelolaan dan pembinaanya harus berjenjang,” tandasnya.
Dicontohkan, apabila UMKM yang beromzet Rp 300 juta/tahun, menjadi kewajiban pemerintah kabupaten. Sedangkan yang mencapai Rp 300 juta sampai Rp 2,5 miliar perlu pembinaan dari gubernur. Ada pun yang lebih dari angka itu, menjadi tugas dan pembinaan Kementerian Koperasi dan UKM. “Agar sinergi dan tidak tumpang tindih. Sehingga bisa efektif,” tandasnya.
Founder & CEO MarkPlus, Inc.Hermawan Kartajaya menyebutkan, koperasi dan UMKM di Indonesia harus lebih produktif dan kreatif. Itu kaitannya dengan persiapan menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015 mendatang. “Jangan bingung menghadapi MEA dan kita harus siap. Karena sudah tidak bisa diundur lagi,” terangnya.
Ia memberi resep, pengusaha UMKM harus jujur dan bangga, meski awalnya usahanya masih kecil. Selain itu, juga harus kreatif dan menghormati siapa pun. Dicontohkan Hermawan, Jogjakarta adalah perpaduan dari banyak sekali orang yang berbeda asal, suku dan budaya. Namun Sultan Hamengkubuwono IX dan X menghendaki tetap menjadi diri sendiri. “Biarlah semua tinggal di Jogja dan tetap menjadi dia sendiri. Sehingga tercipta harmoni. Respect, horizontal, inklusif, gotong-royong, kolaborasi dan sosial,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Gubernur DIJ Hamengku Buwono IX yang dibacakan Kepala Disperidagkop dan UKM DIJ, Riyadi Ida Bagus menegaskan, hendaknya masyarakat pengusaha Jogjakarta dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Karena itu perlu selalu meningkatkan SDM dan kreativitas menarik konsumen. “Harus memiliki jurus pemasaran yang baik. Punya kelebihan dan ciri khas sebagai identitas Indonesia. Serta bersinergi dengan semangat nasionalisme dan gotong royong untuk cita-cita maju bersama,” tandasnya. Acara tersebut diikuti lebih dari 400 pengusaha koperasi dan UMKM se-Jogjakarta. Mereka secara seksama menyimak semua materi yang diasmapikan para pemateri. (cr3/jko/Nr)
(radarjogja.co.id)
0 Komentar untuk "Berdayakan Koperasi dan UMKM untuk Kesejahteraan"

Terima Kasih Sudah Berkunjung Di Official Website Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY) KopmaJogja.com. Kritik dan Saran Kami Harapkan Demi Kemajuan Dan Sempurnanya Website Kami Ini. Selamat Beraktivitas.

 
Copyright © 2013 - 2015 KopmaJogja.com - All Rights Reserved
Template By Catatan Info | Modified By Aditya DC Nugroho and M. Eka Purbaya | Powered By Blogger