KopmaJogja.com

Portal Informasi dan Pengetahuan Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY)

Hadirnya Koperasi untuk Sang Entrepreneur

Oleh : Syaidatun Rohmah (Kopma UII Yogyakarta)

Kewirausahaan (entrepreneurship) merupakan salah satu faktor produksi yang memegang peranan penting dalam pembangunan. Menurut Joseph A. Schumpeter (1883–1950), sumber utama kemakmuran bukan terletak pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan pada pembangunan ekonomi yang didominasi oleh peran kewirausahaan dari para pelaku ekonominya. Dengan kata lain apabila di Indonesia telah banyak yang berwirausaha maka akan meningkatkan tingkat kemakmuran masyarakat pada umumnya.
Koperasi di kalangan masyarakat umum biasanya tidak hanya dijadikan tempat untuk bertransaksi antara pembeli dan penjual namun mereka menjadikan koperasi sebagai wadah berwirausaha yaitu transaksi antara penjual (pihak koperasi) dan supplier (pihak masyarakat), banyak dari masyarakat umum menitipkan hasil-hasil produksinya untuk dijual dikoperasi dengan sistem bagi hasil keuntungan 70% untuk supplier/masyarakat umum dan 30% untuk pihak koperasi. Seperti simbiosis mutualisme di sisi lain koperasi diuntungkan dan di sisi yang lainnya pula masyarakat diuntungkan. Koperasi menerima 30% laba atas barang yang dititipkan oleh masyarakat dan masyarakat juga menerima 70% laba dari barang yang ia titipkan di koperasi tanpa harus lelah menjajakannya sendiri, sehingga akan lebih efisien. Selain itu dengan adanya pembukaan tempat di koperasi yang membolehkan untuk penitipan hasil produksi warga maka koperasi telah mampu membangun suatu sistem dalam masyarakat bahwa mencari penghasilan bukan hanya dari bertani atau bercocok tanam saja melainkan dapat juga dengan berwirausaha.
Tingkat kreatifitas dari warga juga bisa menjadi motivator besar bagi koperasi agar terus berupaya memberikan peluang bagi warga untuk terus berkarya dan menjadikan koperasi tempat untuk berlatih berwirausahaa.  Dan jika dilihat kembali ke lingkungan  masyarakat kita ini sebenarnya banyak potensi-potensi yang dapat digali, seperti aneka resep masakan mulai dari tradisional hingga yang semi tradisional, pembuatan permainan tradisional, dan lain sebagainya yang sebenarnya mampu menjadi potensi yang luar biasa bila mampu dikembangkan dengan baik. Di sini lah peran koperasi yang harus ditingkatkan, koperasi harus mampu menjadi tempat yang pro terhadap masyarakat kecil, harus mampu menjadi kawan yang mau merangkul kearah kemakmuran, karena koperasi didirikan untuk memenuhi keperluan dan kebutuhan masyarakat, sehingga apa yang disediakan di koperasi merupakan barang-barang yang memang dibutuhkan. Koperasi harus terus bersosialisai terhadap masyarakat bagaimana pentingnya berwirausaha, dan seperti apa dampak berwirausaha bagi kehidupan selanjutnya.
Hal serupa juga dapat diterapkan di lingkungan kampus ataupun di sekolah, kini mahasiswa ataupun murid-murid SMP SMA sudah tidak malu lagi untuk membawa barang dagangan ke sekolah ataupun ke kampusnya, mereka tidak sungkan untuk menawarkan barang dagangan ke teman atau ke guru-guru yang sekiranya mampu menjadi konsumen mereka. Di sini mereka akan berfikir secara inovatif dan kritis untuk memproduksi barang atau makanan seperti apa yang konsumen inginkan, mereka belajar tentang managemen pemasaran dengan melihat bagaimana peluang dari pasar, apa yang sedang menjadi tren di kalangan mahasiswa. Seperti misalnya di sekitar kampus-kampus di Jogja sekarang mulai ramai mahasiswa yang berjualan makanan khas kota paris van java yaitu seblak dan kue cubit, atau banyak juga mahasiswa yang berjualan kerudung, sistemnya sama kebanyakan dari mereka menawarkan barang dagangannya melalui media sosial yang mereka milki, dan ada beberapa juga dari mereka yang menitipkan dagangannya kepada koperasi yang ada di kampusnya, seperti berjualan makanan kering misalkan berjualan macaroni dengan aneka varian rasa.
 Kewirausahaan tampaknya sudah mampu menjadi pupuk kemakmuran di kalangan masyarakat umum dan kalangan mahasiswa. Kewirausahaan kini menjadi hal yang digandrungi setiap orang. Ditambah lagi adanya koperasi yang membantu peningkatan ekonomi masyarakat dengan membantu menyediakan tempat bagi mereka agar dapat menitipkan barang dagangannya di koperasi untuk melatih jiwa kewirausahaan mereka. Seorang wirausahawan haruslah dapat membuang rasa takutnya juah-jauh dan membuang pikiran-pikiran negatifnya, karena seorang wirausahawan harus memilki sikap yang berani, baik itu berani untuk menanggung kerugian atau berani menanggung resiko-resiko yang mungkin terjadi. Seorang wirausahawan juga dituntut agar dapat terus berinovasi supaya produknya tidak ditinggal oleh pelanggan dan juga agar dapat bersaing dengan wirausahawan-wirausahawan lainnya.

sumber gambar : stacyzahn.com



0 Komentar untuk "Hadirnya Koperasi untuk Sang Entrepreneur"

Terima Kasih Sudah Berkunjung Di Official Website Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY) KopmaJogja.com. Kritik dan Saran Kami Harapkan Demi Kemajuan Dan Sempurnanya Website Kami Ini. Selamat Beraktivitas.

 
Copyright © 2013 - 2015 KopmaJogja.com - All Rights Reserved
Template By Catatan Info | Modified By Aditya DC Nugroho and M. Eka Purbaya | Powered By Blogger