KopmaJogja.com

Portal Informasi dan Pengetahuan Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY)

KURANG MENARIKNYA SANG SOKO GURU PEREKONOMIAN BANGSA

Penulis : Dwi Amin
Kopma UII Yogykarta

Negeri dengan memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia berlimpah serta luas wilayah darat, perairan sungai maupun lautan sangat cocok bagi pengembangan dunia perkoperasiaan. Barangkali alasan itulah yang menjadi dasar pemikiran yang bijak oleh seorang Dr Mohammad Hatta dan kawan-kawannya untuk merintis dunia koperasi di Indonesia. Pada tanggal 12 Juli 1947, tepatnya di kota Tasikmala, Jawa Barat, rumusan koperasi disepakati untuk dikembangan sebagai sokoguru perekonomian bangsa dan perekomian rakyat dengan berazazkan kekeluargaan . Azas kekeluargaan ini diambil dari nilai-nilai yang tertanam dalam keperibadian diri masyarakat Indonesia itu sendiri yaitu masyarakat ramah,  yang juga memiliki sifat serta sikap yang gemar membantu satu sama lain dan selalu bergotong royong untuk menyelesaikan suatu urusan.
Dalam perjalannya koperasi disiapkan sebagai sarana untuk membantu meringankan perekonomian masyarakat dengan ekonomi lemah agar dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga yang terjangkau namun bisa memiliki barang yang berkualitas baik. Bung Hatta mengatakan bahwa tujuan koperasi yang sebenarnya adalah bukan untuk mencari laba atau keuntungan, namun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama anggota koperasi.
Pada dasarnya koperasi di Indonesia bisa saja berkembang dengan pesat, karena Indonesia memiliki sumberdaya manusia yang berpotensi dalam mengelola suatu jenis usaha, baik itu Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun usaha berskala besar. Namun dalam kenyataannya koperasi justru kurang diminati oleh masyarakat, baik itu orang yang akan mendirikan koperasi maupun orang yang akan membelanjakan uangnya di koperasi. Padahal apabila mau ditelaah kembali, harga yang ditawarkan oleh koperasi jauh lebih  terjangkau jika dibandingkan dengan harga barang yang ditawarkan oleh usaha-usaha ritel yang kini mulai menjamur di kota-kota maupun didesa-desa.
Keberadaan koperasi di Indonesia sekarang mulai berkurang jumlahnya. Kurangnya minat masyarakat akan adanya koperasi menjadi salah satu alasan mengapa kini koperasi mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Mulai dari alasan sepi pembeli maupun mahalnya harga yang ditawarkan oleh pihak koperasi bahkan di beberapa tempat ada koperasi khusus untuk kalangan tertentu misalkan koperasi untuk PNS yang anggotanya adalah para PNS, walaupun memang masyarakat umum boleh membeli di koperasi tersebut namun untuk beberapa masyarakat yang merasa dirinya bukan PNS akan lebih memilih untuk membeli barang yang dibutuhkannya ditoko atau swalayan lainnya. Serta ada beberapa tanggapan bahwa apabila berbelanja di koperasi itu kurang elite dan terkesan jadul. Lantas bagaimana bila sangsoko guru perekonomian bangsa ini menghilang dan mulai tergantikan oleh usaha-usaha yang lainnya? Koperasi adalah symbol dari perekonomian Indonesia yang harus terus dijaga keberadaanya. Diperlukan kesadaran yang tinggi oleh setiap lapisan masyarakat bahwa koperasi bukan hanya diperuntukan untuk masyarakat ekonomi lemah saja tapi koperasi juga diperuntukan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan.
 Maka dari itu inilah tugas bagi para generasi muda untuk terus melestarikan apa yang telah menjadi ciri bangsanya. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh para generasi mudah adalah ikut serta mensosialisasikan adanya koperasi, bagaimana system dalam koperasi, keunggulan koperasi serta manfaat adanya koperasi. Pengenalan sejak dini juga perlu diterapkan, baik itu di sekolah maupun diluar sekolah, anak-anak kecil harus sejak dini dibiasakan untuk membeli barang-barang yang dia butuhkan dikoperasi, seperti membeli buku pelajaran, alat tulis atau sekedar jajan-jajan sehat yang biasanya disediakan oleh pihak koperasi sekolah. Harga yang miring juga menjadi salah satu keunggulan yang seharusnya bisa dipertahan oleh pihak koperasi, karena pada dasarnya koperasi didirikan adalah bukan untuk mencari untung tapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu dibutuhkan pula peran serta pemerintah dalam perkembangan koperasi kedepannya. Di harapkan ikut serta dalam mendororng perkembangan koperasi, dalam hal ini bukan berarti pemerintah ikut campur tangan dalam urusan internal koperasi melainkan pemerintah dapat menetapkan kebijaksanaan, mengatur pembinaan dan pemberian fasilitas, melalukan pengawasan pada setiap kegiatan yang dijalankan oleh koperasi serta melindungi secara hukum bagi anggota koperasi maupun badan koperasi itu sendiri.Pemerintah harus bersikap aktif terhadap keberadaan koperasi, karena apabila pemerintah bersikap pasif maka secara tidak langsung akan mengahambat pertumbuhan serta perkembangan koperasi. Padahal kita mengetahui pentingnya koperasi dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ekonominya relative lemah dan besarnya peranan koperasi terhadap keberhasilan pembangunan saat ini.


0 Komentar untuk "KURANG MENARIKNYA SANG SOKO GURU PEREKONOMIAN BANGSA"

Terima Kasih Sudah Berkunjung Di Official Website Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY) KopmaJogja.com. Kritik dan Saran Kami Harapkan Demi Kemajuan Dan Sempurnanya Website Kami Ini. Selamat Beraktivitas.

 
Copyright © 2013 - 2015 KopmaJogja.com - All Rights Reserved
Template By Catatan Info | Modified By Aditya DC Nugroho and M. Eka Purbaya | Powered By Blogger